Untuk kali ini, akan bertambah lagi pelajaran Anda. Anggap saja indikator yang akan Anda pelajari sebagai tool yang akan Anda tambahkan dalam toolbox Anda. Mungkin tidak semua tool akan Anda gunakan, namun adalah suatu hal yang sangat baik untuk memiliki beberapa opsi.
Bollinger Bands
Bollinger Bands digunakan untuk mengukur tingkat volatilitas pasar. Pada dasarnya, tool kecil ini memberitahukan kita apakah pasar dalam kondisi ramai atau sepi. Ketika pasar dalam kondisi sepi, bands mengerut; dan ketika pasar dalam kondisi ramai, bands merenggang. Perhatikan pada chart di bawah ini, ketika harga dalam kondisi tenang, bands bergerak saling mendekat, namun ketika harga bergerak naik, bands terpisah menjauh.
Saya rasa itu saja yang perlu Anda ketahui tentang Bollinger Bands, namun jika Anda ingin tahu bagaimana cara mengkalkulasi Bollinger Bands, formula matematika dibaliknya, dan sebagainya, silakan belajar di www.bollingerbands.com
Bollinger Bounce
Satu hal yang perlu Anda ketahui mengenai Bollinger Bands yaitu harga cenderung untuk bergerak kembali ke bagian tengah bands. Itulah ide utama dibalik Bollinger bounce. Jika begitu kasusnya, maka dengan melihat chart di bawah ini, dapatkah Anda memberitahukan, kemana harga akan bergerak selanjutnya?
Jika Anda katakan ke bawah, maka jawaban Anda benar! Seperti yang Anda lihat, harga bergerak kembali ke bawah menuju bagian tengah bands.
Apa yang Anda lihat di atas disebut classic Vollinger bounce. Alasan utama kenapa bounces terjadi adalah karena Bolinger Bands bertindak seperti mini support dan resistance levels. Semakin panjang time frame yang Anda gunakan, bands menjadi semakin kuat. Banyak trader yang mengembangkan sistem mereka sendiri pada bounces ini, dan strategi ini sangat baik digunakan ketika pasar dalam kondisi ranging dan tidak ada trend yang jelas.
Sekarang mari kita lihat cara menggunakan Bollinger Bands ketika pasar memiliki trend yang jelas.
Bollinger Squeeze
Ketika bands “squeeze/merapat”, biasanya menandakan bahwa breakout akan segera terjadi. Jika candle mulai melakukan break out di atas band bagian atas, maka biasanya pergerakan harga akan terus ke atas. Jika candle mulai melakukan break out di bawah band bagian bawah, maka biasanya pergerakan harga akan terus ke bagian bawah.
Dari chart di atas, Anda bisa lihat bahwa bands saling mendekat. Harga baru saja mulai break out band bagian atas. Berdasarkan informasi ini, kemana harga akan bergerak?
Jika Anda mengatakan ke atas, maka jawaban Anda benar. Beginilah pergerakan tipikal Bollinger Squeeze. Strategi ini didesain untuk mencoba menangkap pergerakan harga lebih awal. Keadaan seperti ini tidak terjadi setiap saat, namun Anda bisa saja menjumpainya beberapa kali seminggu jika Anda menggunakan chart dengan time frame 15 menit.
Jadi sekarang Anda sudah tahu apa itu Bollinger Bands, dan Anda tahu bagaimana cara penggunaannya. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan menggunakan Bollinger Bands, namun ini adalah 2 strategi umum yang terkait dengan Bollinger Bands. Jadi sekarang Anda sudah bisa memasukkannya ke dalam tool box Anda dan kita bisa lanjutkan ke indikator lainnya.
sumber : http://www.albachtimi.com/belajar-forex/chart-indikator-yang-sering-digunakan/
No comments:
Post a Comment