Monday, August 23, 2010

Menentukan Target Price dan Exit Point.



Saya coba sajikan, cara yang sering saya lakukan untuk menentukan Target Price dan Exit Point.

Kemungkinan besar, ada perbedaan dengan yang lainnya. Oleh karenanya mohon koreksi dari rekan semuanya.

Kali ini, kita amati INDY sebagai bahan pembahasan.

Pertama, saya akan menarik garis horisontal dengan banyak menyentuh titik candle yang merupakan gabungan dari titik High dan titik Low.

Semakin banyak titik dan semakin banyak variasi High dan Low ini, maka garis ini merupakan pertahanan yang kuat.

Perhatikan, garis horisontal yang saya buat.

Kedua, saya membuat garis konfirmasi.
Hubungkan titik High ke titik High dari candle, perpotongan garis ini dengan garis horisontal tadi merupakan Target Price.

Hubungkan titik Low ke titik Low dari candle,perpotongan garis ini dengan garis horisontal tadi merupakan Exit Point.

Perhatikan, garis berwarna merah.

Kebetulan pada INDY kali ini, saya menarik 5 garis horisontal.
2 garis dibawah candle harga dan 3 diatas candle harga.

Kita mulai dari bawah ke atas.
Ada garis horisontal 2175 dan 2250.
Perhatikan garis merah yang memotong 2250. Inilah posisi Exit Point itu.
Dan bila harga dibawah turun lagi akan ada pertahanan di 2175.
Harga tidak menerobos garis merah, jadi cendrung akan up mengikuti garis ini.
Coba pahami dulu, nggak sulit cuma perlu ketelitian saja.

Diatas candle harga ada 3 garis horisontal yaitu
2425, 2525 dan 2800.
Perhatikan garis merah yang diatasnya, terjadi perpotongan di 2525. Inilah Target Price itu.
Untuk dapat menuju Target Price, harga harus menerobos/Breakout di 2425.
Bila Target Price dapat terpenuhi maka akan lebih mudah menuju 2800.
Sekali lagi dipahami dulu, benar nggak sulit lho...! Hanya perlu ketelitian saja.

Pada Stochastic, kita dapat memprediksi trend yang terjadi dan akan terjadi.
Perhatikan panah biru pada stochastic dan panah biru pada candle harga.
Nampak INDY memiliki trend masih down.
Stochastic penutupan kemarin terwakili pada kotak hijau.
Sudah GC persis di perbatasan 20%.
Saya sangat berharap esok harga akan naik untuk memastikan GC-nya.

Pada Candle Harga terdapat kotak merah, coba perhatikan
Ada 3 garis disana yang mewakili MA5/merah, MA20/hijau dan MA50/biru.
Pahami data grafiknya, bukan warnanya lho..!

Analisa dengan garis grafik ini disebut SMA ( Simple Moving Average )
Dikenal adanya GC dan DC. Dengan logika yang sama yaitu :
Dikatakan GC bila MA lebih kecil memotong MA lebih besar dari bawah ke atas.
Demikian sebaliknya akan disebut DC.

Terlihat MA50 teratas, MA20 ditengah dan MA5 dibawah berarti semuanya DC.
Hal ini memberi informasi harga akan terus turun/Down Trend.

Tapi tetap optimislah, jarak MA50 dan MA20 relatif sempit.
Bila harga esok naik, ada kemungkinan MA20 akan GC dengan MA50.
Tentunya sebuah harapan baru-kan...?

Ya, sebuah analisa bukan memastikan gerak harga saham.
Tapi paling tidak, kita tahu kira-kira akan bergerak kemana saham yang kita miliki.

Bahasa tulis tentu memiliki banyak keterbatasan dalam menyampaikan ide/pemikiran,
oleh karenanya tuliskan komentar atau pertanyaan anda pada shoutmix saya untuk bahan diskusi selanjutnya.

Saya menyadari keterbatasan pengetahuan dan pengalaman saya,
semoga rekan-rekan berkenan memberikan koreksi dan masukan untuk menambah pengetahuan saya.

Akhirnya, mohon maaf bila ada salah kata, salah tulis atau sesuatu yang kurang berkenan.

Sebuah harapan, semoga semua ada manfaatnya. Amin

Sumber : http://analisa-sahamku.blogspot.com/2009/10/materi-belajar-menentukan-target-price.html

Bollinger Bands

Selamat Saya ucapkan karena Anda sudah sampai kepada bahasan ini, karena setiap kali Anda belajar dan mendapatkan hal-hal baru maka Anda terus menambah tool ke dalam toolbox Anda. “Apakah toolbox itu?” Toolbox adalah sesuatu yang Anda butuhkan untuk membangun akun trading. Semakin banyak tools (pelajaran) yang Anda miliki dalam toolbox (Otak Anda), maka akan semakin mudah Anda membangun akun trading.
Untuk kali ini, akan bertambah lagi pelajaran Anda. Anggap saja indikator yang akan Anda pelajari sebagai tool yang akan Anda tambahkan dalam toolbox Anda. Mungkin tidak semua tool akan Anda gunakan, namun adalah suatu hal yang sangat baik untuk memiliki beberapa opsi.
Bollinger Bands
Bollinger Bands digunakan untuk mengukur tingkat volatilitas pasar. Pada dasarnya, tool kecil ini memberitahukan kita apakah pasar dalam kondisi ramai atau sepi. Ketika pasar dalam kondisi sepi, bands mengerut; dan ketika pasar dalam kondisi ramai, bands merenggang. Perhatikan pada chart di bawah ini, ketika harga dalam kondisi tenang, bands bergerak saling mendekat, namun ketika harga bergerak naik, bands terpisah menjauh.
bollinger bands
Saya rasa itu saja yang perlu Anda ketahui tentang Bollinger Bands, namun jika Anda ingin tahu bagaimana cara mengkalkulasi Bollinger Bands, formula matematika dibaliknya, dan sebagainya, silakan belajar di www.bollingerbands.com
Bollinger Bounce
Satu hal yang perlu Anda ketahui mengenai Bollinger Bands yaitu harga cenderung untuk bergerak kembali ke bagian tengah bands. Itulah ide utama dibalik Bollinger bounce. Jika begitu kasusnya, maka dengan melihat chart di bawah ini, dapatkah Anda memberitahukan, kemana harga akan bergerak selanjutnya?
bollinger bounce 1
Jika Anda katakan ke bawah, maka jawaban Anda benar! Seperti yang Anda lihat, harga bergerak kembali ke bawah menuju bagian tengah bands.
bollinger bounce 2
Apa yang Anda lihat di atas disebut classic Vollinger bounce. Alasan utama kenapa bounces terjadi adalah karena Bolinger Bands bertindak seperti mini support dan resistance levels. Semakin panjang time frame yang Anda gunakan, bands menjadi semakin kuat. Banyak trader yang mengembangkan sistem mereka sendiri pada bounces ini, dan strategi ini sangat baik digunakan ketika pasar dalam kondisi ranging dan tidak ada trend yang jelas.
Sekarang mari kita lihat cara menggunakan Bollinger Bands ketika pasar memiliki trend yang jelas.


Bollinger Squeeze

 Ketika bands “squeeze/merapat”, biasanya menandakan bahwa breakout akan segera terjadi. Jika candle mulai melakukan break out di atas band bagian atas, maka biasanya pergerakan harga akan terus ke atas. Jika candle mulai melakukan break out di bawah band bagian bawah, maka biasanya pergerakan harga akan terus ke bagian bawah.
bollinger squeeze 1
Dari chart di atas, Anda bisa lihat bahwa bands saling mendekat. Harga baru saja mulai break out band bagian atas. Berdasarkan informasi ini, kemana harga akan bergerak?
bollinger squeeze 2
Jika Anda mengatakan ke atas, maka jawaban Anda benar. Beginilah pergerakan tipikal Bollinger Squeeze. Strategi ini didesain untuk mencoba menangkap pergerakan harga lebih awal. Keadaan seperti ini tidak terjadi setiap saat, namun Anda bisa saja menjumpainya beberapa kali seminggu jika Anda menggunakan chart dengan time frame 15 menit.
Jadi sekarang Anda sudah tahu apa itu Bollinger Bands, dan Anda tahu bagaimana cara penggunaannya. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan menggunakan Bollinger Bands, namun ini adalah 2 strategi umum yang terkait dengan Bollinger Bands. Jadi sekarang Anda sudah bisa memasukkannya ke dalam tool box Anda dan kita bisa lanjutkan ke indikator lainnya.

sumber : http://www.albachtimi.com/belajar-forex/chart-indikator-yang-sering-digunakan/

Sunday, August 22, 2010

Doubel Top, Double Bottom, Head and Shoulder, Reverse Head and Shoulder

1. Double Top
Adalah sebuah sinyal yang menunjukan akan terjadi reversal atau balik arah. Double top terjadi setelah significant uptrend, dan harga menabrak resistant level, koreksi sedikit, dan memantul kembali menuju resistan dan akhirnya memantul lagi… pada kasus ini kita sebaiknya memasang pending order di bawah neck line ( support).

2.  Double Bottom
Seperti yang telah anda duga, double bottom adalah reversal signal, yang terjadi setelah significant downtrend. Dan yang perlu anda lakukan hanyalah memasang pending order diatas neckline.

3. Head and Shoulder
Juga merupakan reversal pattern, disebut head an shoulder, karena pola grafik mengambarkan bentuk bahu dan kepala. Neckline dibuat dengan menarik titi terendah yang dilalui 2 lembah… anda juga dapat menerka berapa point harga akan turun, yaitu dengan cara menarik garis dari head, menuju neckline. Dan dapat anda lihat bahwa harga bergerak turun kira-kira sejumlah garis tersebut.

4. Reverse head and shoulder
Seperti namanya pola ini adalah pola head and sholder, tetapi dengan arah yang berbeda, sama halnya dengan head and shoulder, pola ini merupakan pola pembalikan, hanya saja entry long adalah sasaranya.

Demikianlah uraian singkat mengenai pola-pola chart. Sebenarnya Apabila kita lihat hanya dengan pola-pola ini saja kita sudah dapat meraup hasil yang lumayan… dengan banyak berlatih, maka mata kita dengan sendirinya akan terbiasa melihat pola-pola ini bahkan tanpa anda perlu menarik garis apapun.

sumber : http://blog.belajar-forex.net/?paged=5

Descending Triangle

Descending Triangle merupakan kebalikan dari ascending triangle yang memberikan sinyal bearish bagi analis teknikal. Memberikan arahan bahwa akan ada penurunan lebih lanjut ketika pola ini terkonfirmasi. Formasi segitiga ini terbentuk oleh garis trend support datar dengan garis trend resistance menurun.

Hampir sama dengan ascending triangle, pola ini dianggap secara umum sebagai pola kelanjutan, seiring dengan didahului oleh adanya trend turun sebelumnya. Tetapi lagi-lagi, formasi in masih bisa ditemui pada trend naik.



Bagian pertama dari pola ini adalah harga turun ke level terendah lalu terjadi rebound, yang membuat harga terendah yang terbentuk sebagai support. Pergerakan selanjutnya adalah pengujian support di titik terendah sebelumnya, dimana harga belum berhasil melewatinya sehingga harga naik kembali, tetapi masih dibawah rebound sebelumnya. Hal ini terulang sampai harga tidak mampu menahan level support dan tembus kebawahnya, melanjutkan trend turun yang sedang terjadi.

Pola ini mengindikasikan bahwa kekuatan kenaikan membesar, namum terus melemah seiring dengan harga yang terus mencoba level support.

sumber : http://www.mahadanalearning.com/2nd/index.php/belajar-trading/analisa-teknikal/155-chart-pattern-triangles.htm

Pola Chart

Sekarang Anda sudah memiliki persenjataan yangt bisa digunakan ketika Anda bertarung di market. Pada pelajaran kali ini Anda akan mendapatkan persenjataan lainnya: Pola Chart.
Anggap saja pola chart sebagai alat detektor, karena dengan belajar ini, Anda akan dapat mendeteksi “ledakan” pada chart sebelum terjadi, membuat Anda menjadi kaya.
Pada pelajaran kali ini, kita akan belajar dasar formasi dan pola chart. Ketika Anda mengidentifikasi dengan benar, maka akan menuntun Anda kepada breakout yang besar atau “ledakan” dalam hal ini.
Ingat, tujuan utama kita adalah untuk mengenali pergerakan besar sebelum hal itu sendir iterjadi sehingga kita dapat membuka posisi sedari awal dan mengumpulkan banyak uang!!! Formasi chart akan sangat membantu kita untuk mengenali kondisi dimana akan terjadi breakout pada market.
Berikut ini adalah daftar pola yang akan kita pelajari:

(sumber : http://www.albachtimi.com/belajar-forex/pola-chart/)

Segitiga Simetris

Segitiga simetris adalah formasi chart dimana lekukan/slope dari price’s highs dan lekukan/slope dari price’s lows bertemu pada satu titik sehingga terlihat seperti sebuah segitiga. Pada formasi ini terjadi lower highs dan higher lows pada harga pasar. Artinya baik pembeli maupun penjual sama-sama terus menekan harga sejauh mungkin untuk membuat trend yang jelas. Jika ini merupakan peretempuran antara pembeli dan penjual, maka hasinya adalah draw.
Aktivitas ini disebut juga konsolidasi.
Segitiga Simetris
Pada chart di atas, dapat kita lihat baik pembeli maupun penjual tidak ada yang dapat menekan harga sesuai arah yang mereka inginkan. Ketika lekukan kedua arah ini semakin dekat antara satu sama lain, artinya akan segera terjadi breakout. Kita tidak mengetahui kemana arah breakout akan terjadi, namun kita bisa mengetahui bahwa akan terjadi breakout pada market. Pada akhirnya, hanya akan ada satu sisi market yang akan dimasuki.
Jadi bagaimana kita bisa mengambil keuntungan dari keadaan ini? Sederhana saja, kita dapat meletakkan entry order di atas slope dari lower highs dan di bawah slope dari higher lows. Semenjak kita mengetahui akan terjadi breakout, kita dapat memboncengi arah manapun yang dituju oleh harga.
Strategi Segitiga Simetris
Pada contoh ini, jika kita memasang entry order di atas slope dari lower highs, maka kita akan dapat memboncengi harga sejak awal terjadi kenaikan harga. Jika Anda memasang entry order lain di bawah slope dari higher lows, maka Anda bisa membatalkannya ketika order yang pertama tereksekusi.

(sumber : http://www.albachtimi.com/belajar-forex/segitiga-simetris )

Segitiga Ascending

Formasi jenis ini terjadi ketika ada satu level resistance dan sebuah slope higher lows. Apa yang terjadi pada saat ini adalah terdapat suatu level dimana jumlah pembeli tidak dapat meningkat. Namun secara berangsur-angsur mulai menekan harga terus naik yang terbukti dengan adanya higher lows.
asc-triangle-1
Pada chart di atas, Anda bisa lihat bahwa pembeli mulai mendapatkan kekuatan karena mereka membuat higher lows. Mereka terus menekan level resistance dan hasilnya sebuah breakout akan terjadi. Pertanyaannya sekarang adalah “Ke arah mana? – Akankah pembeli dapat menembus level tersebut atau resistence akan menjadi semakin kuat?”.
Banyak buku charting akan memberitahukan bahwa dalam banyak kasus pembeli akan memenangi pertarungan ini dan harga akan menembus resistance. Namun berdasarkan pengalaman, tidak selalu begitu. Kadang-kadang level resistance terlalu kuat, dan tidak tersedia cukup kekuatan dari sisi pembeli untuk menekan.
Seringnya harga akan bergerak naik. Intinya, kita tidak memandang kemana arah yang akan dituju oleh harga, namun kita ingin selalu siap untuk pergerakan kemanapun arahnya. Pada kasus ini, kita akan set sebuah entry order di atas garis resistance dan di bawah slope higher lows.
asc-triangle-2
Pada skenario ini, pembeli memenangkan pertarungan dan harga terus bergerak naik.

(sumber : http://www.albachtimi.com/belajar-forex/segitiga-ascending )

Saturday, August 21, 2010

Trading dengan Strategi BGX Sistem

Cara trading disini menggunakan strategi BGX sytem untuk menentukan Open position dan exit .

Mata uang uang disarankan GBP/USD, EUR/USD, USD/CHF, EUR/JPY (pilih salah satu saja). Waktu trading pada saat US open (19.00 WIB) atau Europe Open (14.00 WIB)

Indikator yang digunakan

1. Time frame grafik 30 menit Candle Stick atau Bar
2. Garis WMA 5 (warna biru) WMA 20 (Oranye) dan WMA 100 (hijau)
3. Indikator RSI 14 (default)

Untuk mensetup Indikator BGX Sistem di Platform Marketiva, setelah login melalui Streamster Anda bisa langsung mensetup indicator-indikator diatas dengan cara seperti ini:

1. Time frame 30 menit dan Candle Stick atau Bar

Klik kanan pada bagian bidang yang menampilkan grafik (charting)Akan muncul beberapa pilihan (options). Pilihlah “Timescale” Lalu klik “30 minutes“ (30 menit) maka data grafik akan memunculkan data harga (Open, High, Low, Close) setiap 30 menit. Klik kanan lagi bidang grafik pilih “Style”. Lalu klik "Candlesticks" atau "Bar Chart" (terserah Anda). Gambar grafik akan berubah sesuai pilihan Anda
2. WMA 5 (Biru) dan WMA 20 (Oranye) WMA 100 (Hijau)
Klik kanan bidang grafik, maka akan muncul options. Pilih “Indicators” setelah itu pilih "Moving Average". Muncul Tab Pilihan; pada kolom "Type" pilih "Weighted"(WMA=Weightening Moving Average). Ubahlah angka default kolom "Period" menjadi "5" lalu klik “Line Color" kotak warnanya pilih warna “Biru”. Klik "OK". Anda sekarang memiliki garis WMA 5 warna Biru. Lakukan hal yang sama untuk membuat garis WMA 20 warna oranye dan garis WMA 100 warna hijau.

Bila sudah Anda lakukan, maka Anda sekarang memiliki 3 garis WMA yaitu WMA 5 (biru), WMA 20 (Oranye) dan WMA 100 (hijau) pada grafik harga Anda.

3. Indikator RSI 14
Klik kanan bidang grafik, akan muncul options. Pilih “Indicators” setelah itu pilih "Relative Strenght Index (RSI)" . Isi kolom "periode" dengan 14
4. Cobalah “Save” settingan Anda ini sehingga Anda tidak perlu mengatur setting-annya setiap kali login.
Untuk Men-“save” Klik kanan Bidang Grafik kemudian pilih “Save Chart “ Isi Nama file sesuai selera Anda mis; “BGX System” setelah itu klik "OK". Settingan Anda sudah tersave aman.

Untuk menghapus, mengedit mengatur dsb Anda bisa lakukan dengan cara yang sama. Tinggal klik Kanan bidang grafik (Charting).

Aplikasi BGX System
WMA 5 (biru) untuk mengikuti harga market.
WMA 20 (oranye) untuk konfirmasi entry (OP)
WMA 100 (hijau) untuk identifikasi trend harian

Bersiap Ambil Posisi “Buy” Bila:
WMA 5 mengcross WMA 20 dari bawah ke atas
WMA 5 dan WMA 20 berada di atas WMA 100
RSI berada di atas point 50 (garis tengah)
Entry (OP) saat harga 30 pip di atas harga cross WMA 5 dan WMA 20

Bersiap Ambil Posisi “Sell” Bila:
WMA 5 mengcross WMA 20 dari atas ke bawah
WMA 5 dan WMA 20 berada di bawah WMA 100
RSI berada di bawah point 50. Entry (OP) saat harga 30 pip di bawah harga cross WMA 5 dan WMA 20

Target point 30 pip dan stop loss minus 5 dari persilangan (cross) WMA 5 dan WMA 20

Contoh Trading :
Bila suatu saat WMA 5 mengcross WMA 20 dari atas ke bawah pada titik harga 1.2530 serta RSI menunjukan posisi di atas garis tengah (50). Bersiaplah mengambil posisi “BUY” pada saat harga 30 pip di atas harga cross (1.2530 + 0.0030 (30 pip)) yaitu di 1.2560. Lalu pasang stop loss minus 5 pip di bawah garis cross (1.2530 – 0.0005) yaitu di 1.2525.


Untuk mengetahu strategy BGX system yang lebih lengkap atau strategi lainnya bisa dilihat pada ebook atau di http://www.ebookfx.blogspot.com

Gunakan uang virtual terlebih dahulu sampai Anda benar2 mengenal Forex Trading Online ini. Pilihlah strategi yang sesuai dengan diri Anda sendiri. Dan jangan pernah berhenti untuk selalu menambah pengalaman dan pengetahuan Anda di bidang ini


(Sumber: http://www.trademx1.blogspot.com/)

Trading dengan Sistem Sidus

Cara trading disini menggunakan strategi Sidus sytem yang cukup efisien untuk mendapatkan keuntungan dari Forex Trading. Sistem ini adalah gabungan system BGX dan Vegas yang cukup populer.

Mata uang uang disarankan EUR/USD dan EUR/GBP (pilih salah satu saja). Waktu trading pada saat US open (19.00 WIB) atau Europe Open (14.00 WIB)

Metodenya sederhana tapi cukup efektif untuk melihat trend pergerakan harga. Indikator-indikator yang digunakan

1. Time Frame 1 Jam (1H) gunakan chart candlestick atau chart bar
2. EMA 18 dan EMA28 (warna merah dua-duanya)
3. WMA 5 (warna biru) dan WMA 8 (warna kuning)

*Masalah warna bisa diatur sesuai selera

Untuk mensetup Indikator Sidus Sistem di Platform Marketiva, setelah login melalui streamster Anda bisa langsung mensetup indikator2 diatas dengan cara yang mudah

1. Time frame 1 jam dan candlestick atau bar chart


Klik kanan pada bagian bidang yang menampilkan grafik (charting. Akan muncul beberapa pilihan (options). Pilihlah “Timescale" Lalu klik “Hourly “ (jam) maka data grafik akan memunculkan data harga (Open, High, Low, Close) setiap 1 Jam
Klik kanan lagi bidang grafik pilih “Style”. Lalu klik "Candlesticks" atau "Bar Chart" (terserah Anda. Gambar grafik akan berubah sesuai pilihan Anda

2. EMA 18 dan EMA 28 (merah)

Klik kanan bidang grafik, akan muncul options
Pilih “Indicators” setelah itu pilih "Moving Average". Lalu akan uncul kolom isian. Pada kolom "Type" pilihlah"Exponential (EMA=Exponential Moving Average)
Rubahlah angka default "Period" menjadi "18" lalu klik kotak warnanya "Line Color" pilih warna "merah".

Klik "OK".Anda sekarang memiliki garis EMA18 warna merah
Lakukan hal yang sama sekali lagi seperti di atas untuk membuat garis "EMA 28 warna merah".
Bila sudah maka Anda sekarang memiliki 2 garis EMA yaitu EMA18 dan EMA 28 masing masing warna merah.

3. WMA 5 (biru) dan WMA 8 (kuning)


Klik kanan bidang grafik, akan muncul options. Pilih “Indicators” setelah itu pilih "Moving Average". Lalu akan uncul kolom isian. Pada kolom "Type" pilihlah"Weighted (WMA=Weightedl Moving Average). Ubahlah angka default "Period" menjadi "5" lalu klik kotak warnanya "Line Color" pilih warna "biru"


Klik "OK". Anda sekarang memiliki garis WMA 5 warna Biru
Lakukan hal yang sama sekali lagi seperti di atas untuk membuat garis "WMA 8 warna kuning".
Bila selesai maka Anda sekarang memiliki 2 garis WMA yaitu EMA 5 (biru) dan EMA 8 (merah)

4. Secara keseluruhan pada grafik harga (charting) Anda sekarang memiliki 4 garis MA.

Yaitu garis EMA 18 (merah), EMA 28 (merah), WMA 5 (biru) dan WMA 8 (kuning). Cobalah “Save” Setup Anda ini sehingga Anda tidak perlu mengatur setting-annya setiap kali login. Untuk Men-“save” Klik Kanan Bidang Grafik kemudian pilih “Save Chart“. Isi Nama file sesuai selera Anda mis; “Sidus System” setelah itu klik "OK". Settingan Anda sudah tersave aman. Untuk menghapus, mengedit mengatur dsb Anda bisa melakukan dengan cara yang sama. Tinggal klik Kanan bidang grafik (Charting).

Aplikasi Sidus System

EMA 18 dan EMA 28 (masing2 merah)
adalah merupakan 2 garis tunnel untuk membantu Anda menentukan kapan mulainya sebuah trend dan kapan trend itu berakhir. (jangka panjang)

WMA 5 (biru) dan WMA 8 (kuning)


Adalah garis yang akan membantu kita kapan kita harus memasuki trend itu (Open Position), dan garis ini juga akan menunjukan kuat tidaknya sebuah trend (jangka pendek)

Entry Signal

Lakukan Open position (sell atau buy) hanya pada saat Tunnel (EMA 18 dan EMA 28) mulai saling bersilangan (cross) atau benar2 sempit

Ambil Posisi Buy (Long)


Bila WMA 5 dan WMA 8 melewati /menyilang garis Tunnel (EMA 18 dan EMA 28)
dari bawah ke atas. Jika WMA 5 melintasi garis WMA 8 dari bawah ke atas berarti trend pergerakan harganyanya sangat kuat.

Ambil Posisi Sell (Short)


Bila WMA 5 dan WMA 8 melewati /menyilang garis Tunnel (EMA 18 dan EMA 28)
dari atas ke bawah. Jika WMA 5 melintasi garis WMA 8 dari atas ke bawah berarti trend pergerakan harganyanya sangat kuat.

Exit Signal (Keluar dari posisi BUY atau SELL)


Bila mengambil posisi BUY, Waspada bila garis WMA 5 bergerak menyilang turun dari atas ke bawah garis WMA 8 dan Keluar (exit) dari posisi ini bila garis WMA 5 WMA 8 meyilang turun dari atas ke bawah garis Tunnel (Celah EMA 18 dan EMA 28)

Bila mengambil posisi SELL, Waspada bila garis WMA 5 bergerak menyilang naik dari bawah ke atas garis WMA 8 dan keluar (exit) dari posisi ini bila garis WMA 5 dan WMA 8 bergerak menyilang naik dari bawah ke atas garis Tunnel (Celah EMA 18 dan EMA 28)

Dan Selalu keluar dari posisi Anda bila Tunnel (celah EMA 18 dan EMA 28) benar2 menyempit dan bahkan bersilangan. Hal ini menunjukan terjadinya perubahan arah trend (trend reversal).

Bila Anda melihat perubahan pergerakan trend harga seperti saat tunnel (celah EMA) menyempit atau bersilangan, tutup posisi sebelumnya dan buka posisi baru sesuai arah trend. Contoh bila Sebelumya Anda mengambil Posisi BUY kemudian Anda melihat perubahan harga, Tutup posisi BUY lalu Buka posisi baru yaitu SELL.. Ingat Jadikan “Trend Sebagai Teman”

Direkomendasikan untuk metode ini gunakan stop loss 10-15 pips untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Beberapa Contoh Trading Sidus System




(Sumber: http://trademx.blogspot.com/)

Strategi Perangkap 2 Arah

Teknik perangkap seperti ini cukup populer di kalangan trader Marketiva dan sangat menguntungkan bila diterapkan saat event-event ekonomi penting. Tidak memerlukan indikator, yang diperlukan hanya kemampuan untuk memasang harga order (pesan harga). Bila belum tahu cara mengorder harga pelajari dulu di sini KLIK Dan akan lebih baik lagi bila Anda memiliki pengetahuan Fundamental analisis.

Waktu trading adalah saat US open sekitar jam 19.00 WIB (GMT +7) atau sesuai dengan keluarnya data ekonomi penting dari Amerika. Untuk mengetahui berita dan data ekonomi yang akan keluar pada hari itu, saya sarankan Anda menyempatkan diri melihat Calender harian di http://forexfactory.com di sini Anda bisa dengan mudah melihat data ekonomi yang akan keluar, jam berapa serta seberapa pentingnya data tersebut.

Data ekonomi yang cukup penting dan ditunggu banyak orang /trader di sini biasanya adalah data-data ekonomi NFP (Non Farm Payroll), CPI Core (Consumer Price Index) dan pengumuman dari FOMC tentang kenaikan suku bunga. NFP yang diumumkan setiap hari Jum’at pertama setiap bulan contohnya bisa membuat pergerakan harga GBP/USD kurang lebih 200 pips. Sangat menarik kan?

Ini Strateginya:


Lihat Kalender Economic Harian, yg biasanya di upgrade mingguan di http://forexfactory.com Contoh trading dengan NFP mis: pada hari Jumat pertama bulan itu ada data tentang NFP yang akan dirilis di Amerika jam 19.30 WIB. Di http://forexfactory.com Anda bisa menyesuaikan waktu Amerika dan Jakarta (WIB) dengan jalan mengganti time periode menjadi +7 otomatis calendar forexfcatory akan menyesuaikan dengan waktu Jakarta.

Buka platform trading Marketiva Anda. Sebaiknya bila berita ekonomi akan dirilis jam 19.30 WIB Anda sudah online 30 menit sebelumnya untuk melakukan persiapan. Sebelum jam 19.30 WIB biasanya pergerakan harga tidak terlalu banyak karena cenderung pelaku pasar sedang berita yang akan diumumkan nanti.

Lima menit mendekati waktu 19.30 WIB yaitu jam 19.25 WIB pasanglah dua order posisi sekaligus. Yaitu posisi BUY dan SELL. Anda harus lihat harga pada saat itu. Untuk memasang harga order tambahkan 40 pips untuk posisi BUY dan kurangi 40 pips untuk posisi SELL. Lalu pasang Sotp Loss 30 pip, Target profit pasang 50 pip atau terserah Anda bila yakin dengan pergerakan harga saat itu dan ingin mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Contoh cara memasang perangkap di Marketiva. Misalnya pada saat itu harga GBP/USD bergerak di sekitar 1.7230

Pasang posisi pertama yaitu “BUY”


Klik tab “Orders” pada platform Marketiva Anda, lalu klik “New” maka akan muncul tab isian:

Instrument = Isi dengan “GBP/USD”
Buy/Sell = Pilih “Buy”
Price = Masukan harga “1.7270” (dari 1.7230 + 0.0040 (+40 pip))
Price Type = Pilih “Stop”
Quantity = Isi jumlah uang yang ingin Anda transaksikan (ingat leverage 1:100)

Bila transaksi $1 maka masukan nilai 100 pada kolom Quantity
Bila transaksi $5 maka masukan nilai 500 pada kolom Quantiy
Bila transaksi $10 maka masukan nilai 1000 pada kolom Quantity
Bila transaksi $200 maka masukan nilai 20000 pada kolom Quantity, dst

Exit Stop Loss = Isi dengan "1.7240" (dari 1.7270 - 0.0030 (30 pip)
Exit Target = Bila ingin target profit 50 pip masukkan "1.7320" (dari 1.7270 + 0.0050)
Desk = pilih "Live" jika ingin trading dengan uang sesungguhnya pilih "Virtual" jika hanya ingin trading simulasi

Klik “OK” Transaksi Anda langsung terkirim dan tercatat di bagian Order

Pasang posisi ke-dua yaitu “SELL”


Klik tab “Orders” pada platform Marketiva Anda, lalu klik “New” maka akan muncul tab isian:

Instrument = Isi dengan “GBP/USD”
Buy/Sell = Pilih “SELL”
Price = Masukan harga “1.7190” (dari 1.7230 - 0.0040 (-40 pip))
Price Type = Pilih “Stop”
Quantity = Isi jumlah uang yang ingin Anda transaksikan (ingat leverage 1:100)
Exit Stop Loss = Masukan harga 1.7220 (dari 1.7190 + 0.0030 (30 pip)
Exit Target = Bila ingin target profit 50 pip masukkan 1.7140 (dari 1.7190 - 0.0050)
Desk = pilih "live" jika ingin trading dengan uang sesungguhnya. Pilih "Virtual" jika hanya ingin trading simulasi

Klik “OK” maka transaksi Anda langsung terkirim dan tercatat di bagian Order

Sekarang Anda Memiliki dua posisi order sekaligus


Posisi Order BUY di 1.7270 SL 1.7240 TP 1.7320
Posisi Order SELL di 1.7190 SL 1.7220 TP 1.7140

Setelah itu kita menunggu sampai jam 19.30 WIB lewat. Setelah berita ekonomi NFP ini diumumkan biasanya harga akan bergerak naik atau turun secara drastis. Bila harga bergerak naik, pasti posisi Buy yang tersentuh. Dan Bila harga bergerak turun, maka posisi Sell akan kena. Ini yang disebut dengan perangkap.

Bila posisi order "buy" yang tersentuh, Anda bisa membatalkan (cancel) posisi order "sell". Begitu pula sebaliknya. Untuk Meng”cancel” klik “Position ID” pada transaksi order yang ingin dibatalkan, lalu klik “Cancel”

Strategi ini juga bisa digunakan pada event-event ekonomi yang lain seperti GDP, Home sales dsb tetapi karena pergerakannya tidak sebanyak NFP atau CPI Core maka target penambahan dan pengurangan harus Anda kurangi menjelang diumumkannya berita eknomomi tersebut missal order posisi BUY + 20 dan SELL -20. Stop loss 20 pip dan target Profit 30.

(Sumber: http://trapfx.blogspot.com/)

Strategi Forex dengan menggunakan “Short Term Trading System”


Kali ini saya akan membahas lagi salah satu dari sekian banyak Strategi Trading Forex reguler saya. Strategi yang akan kita bahas saya namakan “Short Term Trading System”. Sebelumnya perlu diketahui mengenai peraturan Short Term Trading di salah satu pialang yang populer di kalangan netter. Ini saya kutip dari peraturan mereka

Maksimum jumlah posisi jangka pendek (kurang dari 5 menit) yang dapat dibuat oleh trader dalam periode 4 jam adalah 15. Jika trader menutup lebih dari 75 posisi jangka pendek atau lebih dari 300 posisi dalam 7 hari berturut-turut, account trader tersebut akan dihambat sementara dari pengiriman order baru ke pasar. Perlu dicatat bahwa pembatasan ini mengacu pada jumlah posisi dari kedua desk live trading dan virtual trading. Kebijakan ini telah diterapkan untuk membatasi jumlah yang berlebihan dari posisi jangka pendek yang dapat dieksekusi trader dan untuk membatasi keseluruhan jumlah posisi untuk mengontrol dengan lebih baik pembebanan pada server kami.

Dengan strategi ini kita bisa trading tanpa migran, kepikiran terus, jantung dagdigdug dsb. Walaupun dengan margin kecil misalnya saja kita patok $200, dengan strategi ini kita bisa mendulang profit setara dengan profit jika kita trading account reguler di futures lokal (yang deposit margin minimal $3000).


Klik gambar untuk memperbesar

Caranya :
Buatlah skenario Open Buy dan Open Sell bersamaan, Open Price Sell harus 2 pips diatas Open Price Buy. Semuanya kita pasang Target masing – masing profit 8 pips. Kita tunggu beberapa saat, jika salah satu sudah tersentuh traget (closed) maka posisi yang berlawanan langsung kita ganti targetnya, yakni kita minuskan / loss (Closed dalam keadaan loss), dengan catatan profit harus lebih besar dari loss. Untuk membantu memahami silahkan melihat screenshot hasil trading kami dengan menggunakan cara ini. Digambar terlihat 3 pasang BUY dan Sell dengan perhitungan total profit 30pips – 20pips = +10pips dalam waktu satu jam (lihat waktu entered dan exited). Coba bayangkan jika kita mencurahkan lebih banyak waktu untuk bertrading dengan strategi ini, tentunya profit lebih banyak bukan?




Klik gambar untuk memperbesar

Kalau kita baca dengan seksama mengenai peraturan yang ada, strategi ini jauh dari kata melanggar.

Di Ebook Modul Trading Valas kami, strategi ini kami jelaskan sedetail mungkin bagaimana cara dan langkah menggunakannya. Mari kita tumbuh suburkan perekonomian negeri tercinta ini dengan banyak berkarya.


sumber : http://ilmukomputer.com/author/forexonlinenet/

Strategi Trading Valas 100% Profit

Author: Forex-Online Net | Published: 19th June 2007

Beberapa waktu yang lalu saya telah sharing tentang salah satu strategi trading forex saya. Jika anda mengikuti langkah – langkah dalam strategi trading saya yang pertama, anda boleh open posisi tanpa menggunakan stop loss.
Terimakasih atas banyaknya tanggapan baik melalui telepon, sms, maupun email. Mohon maaf apabila ada beberapa tanggapan yang belum sempat saya balas.
Sebelumnya, kalau boleh saya mengajak anda berangan – angan, bayangkan jika di waktu mendatang di segala penjuru kota di negeri tercinta ini tersedia “mesin – mesin ATM” (atau apapun istilahnya) yang menyediakan informasi tentang Forex Rates baik informasi runing harga,chart ataupun yang lainnya. Dimesin itu kita bisa ber-trading valas, mulai dari deposit,open posisi,close sampai ke withdrawal. Alasan saya mempunyai harapan seperti itu :
  1. Trading Valas itu bukan judi.
  2. Trading Valas adalah bisnis yang sangat populer. FOREX TRADING merupakan pasar terbesar di dunia diukur berdasarkan nilai total transaksi.
  3. Ditengah keterpurukan ekonomi, menyempitnya lapangan kerja, mulai jenuhnya bisnis MLM, kebutuhan hidup yang semakin meningkat, Trading Valas hadir sebagai bidang usaha mandiri yang sangat menggiurkan. Trading Valas bisa dilakukan siapa saja, kapan saja dan dimana saja.
  4. Trading Valas bisa dijadikan bisnis dimasa pensiun, ketika usia kita sudah tidak produktif.

Ok, kita lanjutkan perjalanan kita… Melanjutkan strategi saya yang lalu, Sell di pair EUR/USD, USD/JPY, EUR/JPY ketika sudah jenuh diatas (lebih baik memiih Sell diatas daripada Buy dibawah).
Strategi berikut ini memang lebih sedikit “rumit”. Kita sudah mulai On-line menjelang Open Market Amerika sekitar jam 19.20, wait and see dengan “pertempuran” Eropa dan US. Disaat “pertempuran” itu kita harus berjiwa investasi seperti macan tutul. Macan tutul jika sedang mengendus calon mangsanya pasti akan hati – hati sekali. Meskipun larinya lebih kencang dari mangsanya tetapi ia akan menerkam mangsanya hanya jika sudah benar – benar dekat atau 99,99% kena. Strategi ini kita akan melakukan open posisi SELL EUR/JPY. Diantara jam 19.30 – 23.00 kita perhatikan chart ketiga pair (EUR/USD, USD/JPY & EUR/JPY). Perhatikan pergerakan chart EUR/USD dan USD/JPY, jika keduanya berada diatas (keduanya mendekati high hari itu) sudah pasti EUR/JPY akan diatas juga bahkan break high. Nah saat itulah waktu yang paling ideal untuk open posisi Sell. Anda juga tidak perlu menggunakan stop loss. Pergerakan selanjutnya jika salah satu pair EUR/USD atau USD/JPY turun maka EUR/JPY sudah pasti ikut turun, kemudian pergerakan selanjutnya jika keduanya (EUR/USD & USD/JPY)turun, maka EUR/JPY sudah pasti terjun bebas dan menambah pundi – pundi profit pip kita.

Sumber : http://ilmukomputer.com/author/forexonlinenet/

Strategi Forex Dengan Menggunakan Angka

Pair : GBP USD only ....
Caranya :
1. Lihat posisi open hari ini
2. Lihat posisi change pada saat mau trading
3. Start trading 12.00 s.d 21.00 maximal 23.00 wib
4. open posisi bila change bergerak ke angka +20 atau -20
5. Take profit 10 s.d 50 pips Stop Loss 30 pips / trade
6. besarnya Lot / kuantiti 5 s.d 10 % dari modal / per trade ( harus !!! )
contoh :
Hari ini open di titik 1.9700, buy jika tersentuh 1.9720 ( beli jika +20) dan sell jika tersentuh 1.9680 (jual jika -20) dari harga open.
Take profit 10 s.d 50 pips dan stop loss 30 pips
Catatan :
Karakter GBP USD ini adalah jika pair ini bergerak ke angka change 20 maka rata rata akan meluncur
dan akan reverse di angka change 30 s.d 40.
GBP USD akan sideways di change 20 dan 30, sideways biasanya disebabkan hari sebelumnya terjadi
pergerakan harga yang cukup besar sekitar 100 s.d 200 pips, maka pair ini hari berikutnya biasanya akan sideways.
Strategi Floting profit dengan menahan posisi semalam kira kira s.d jam 23.00 :
Trik Syaratnya :
Flotinglah pada saat setelah terjadi news besar seperti :
1. Interestrate GBP atau Interestrate USD
2. CPI GBP atau CPI USD
3. BOE meeting minutes
4. NFP ( non farm payroll )
3. Retail Sales
4. NFP
indikator tambahan yang dibutuhkan adalah Bolinger Band
time frame konfirmasi Tren H 1
Lihat gambar di bawah ini :

Cirinya silahkan anda lihat timeframe H 1,
Kalo anda menemukan ciri posisi Bolinger band seperti contoh di atas,
maka itulah saatnya anda harus menahan posisi paling tidak sampai sekitar jam 23.00 wib
jangan terpengaruh dengan Support & resistan , perhatikan saja posisi bolinger band di Time frame H 1,
lama lama anda akan terbiasa dengan floting seperti ini hehehe.
dalam semalam kita bisa mendapatkan minimal 80 pips dalam sehari bahkan 200 pips dalam sehari....
karena saya sekarang suka mengutak atik angka
maka saat ini untuk parameter indikator yang saya pakai adalah sbb:
RSI 9
Stockhastic 9 5 5 type closed
MACD 9 14 4
Standart Deviasi 20
Bolinger band 20
Zig zag 12 5 3
Indikator WSS Versi 9.3 Bajakan!!!!
(saya sarankan beli yang asli hehehe)
banyak sekali ya indikatormya....
semua indikator di atas gratis dan bisa anda dapatkan di http://www.adry-fx.blogspot.com
Sekali lagi GRATIS !!!!

sumber : http://gayamtrader.blogspot.com/2007/08/strategi-forex-dengan-menggunakan-angka.html